Para pembaca media online
rata-rata hanya memiliki waktu yang sedikit untuk membaca berita harian. Itu pun waktunya harus dibagi untuk bekerja, sekolah,
bermain dengan anak, dan segala aktivitas lainnya. Oleh karena itu, mau tidak
mau berita yang disajikan harus tajam dan terpercaya. Selain alasan praktis, apa
saja alasan lainnya?
1. Selalu Ada Berita Baru yang Harus Ditulis
Selagi dunia ini masih berputar, selama itulah ada
berita yang bisa ditulis. Tapi tidak sembarang peristiwa bisa ditulis menjadi
berita. Apalagi untuk berita bertaraf nasional. Semuanya harus dikaji ulang
sebelum dipublikasikan. Minimal oleh kru yang bertugas di staf redaksi media
pemberitaan online tersebut.
Derasnya peristiwa yang mengalir setiap hari, bikin pembuat
berita harus pandai-pandai mengalokasikan waktu dan ruang untuk menangkapnya. Jujur
saja, setiap pembaca setia pasti haus dengan berita. Mungkin saat ini Indonesia
masuk peringkat bawah soal animo baca buku. Tapi untuk baca berita online, Indonesia masih cukup lapar dan
antusias.
2. Berita di Media Online
Harus Tetap Netral
Apa pun yang terjadi, berita di media online harus netral. Tidak boleh timpang
sebelah hanya gara-gara ada yang mencoba menyuap untuk berbagai model kampanye.
Kalau sebuah media hanyut dalam arus pencucian uang, tentu akan menodai prinsip
berita yang terpercaya. Barangkali hanya sekali terima dana. Tapi dampaknya
bisa sepanjang kiprah media tersebut.
Semakin tajam berita yang dimuat, maka semakin bagus. Potensi
untuk menjadi rancu dan condong sebelah pun sirna. Berita harian memang harus begitu. Selain cepat, wajib juga
mempertimbangkan sisi substansinya sebuah peristiwa. Oleh karena itu, amat
diperlukan analis yang bijak dalam mengambil keputusan untuk menentukan view-nya bagaimana.
3. Untuk Memperkecil Kemungkinan Hoax
Berita yang sudah diturunkan itu hampir pasti tidak
bisa ditarik kembali. Ketika khalayak sudah telanjur mengonsumsi, hal itu
menjadi tanggungan media tersebut. Apa pun yang terjadi. Untuk memperkecil kemungkinan hoax, berita yang ditulis memang harus
tajam. Biar penyajiannya tidak terkesan melebar ke mana-mana.
Berita harian terpercaya memang tidak boleh sedikitpun disusupi unsur hoax. Tidak boleh pula bermakna ambigu.
Jadi, setiap pembacanya akan menangkap dari sudut pandang 1 dan 1 topik setiap
tulisan. Ruang tulisan dalam media online
memang terkesan tidak terbatas. Tapi demi pembaca, mau tidak mau harus dibatasi
dengan berita yang ditulis secara tajam.
4. Memiliki Visi Mencerdaskan Bangsa
Apakah visi media yang seperti ini terkesan
muluk-muluk? Tentu tidak, bukan? Media online
saat ini sudah melebihi apa yang disajikan oleh berita di televisi. Ruangnya
yang sangat luas memberikan kesempatan untuk tulisan sebanyak-banyaknya. Akses
publik jadi terasa tidak terjangkau. Sedangkan kalau di televisi hanya
menangkap sekilas.
Kalau di media online,
satu topik bahkan bisa ditulis dengan berbagai macam sudut pandang. Kita ambil
contoh berita tentang Paspampres Presiden RI. Di televisi mungkin tidak ada
yang memberitakannya. Tapi di media online,
justru dibahas dari berbagai segi secara tajam. Selain bisa memperluas
pengetahuan, juga bisa mencerdaskan para pembacanya.
5. Berita yang Tersaji Jadi Konsumsi Publik
Tidak seperti kilasan di linimasa media sosial, berita
di media online, khususnya yang
bertaraf nasional biasanya punya jutaan audiensi. Mereka tidak mau membaca
berita yang biasa-biasa saja. Harus punya kekuatan tertentu yang membuat mata betah
membaca sampai habis. Di situlah peranan penting berita yang ditulis secara
tajam.

EmoticonEmoticon